4 Hal Yang Menyebabkan Meninggalnya Para Pendaki Di Gunung

Diposting pada

Mendaki gunung menjadi kegiatan yang disukai masyarakat, terutama kaum muda. mereka berbondong-bondong merayakan tahun baru, menghabiskan liburan panjang dan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia di puncak gunung yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, matahari terbit dan matahari terbenam dipijat, menikmati kabut lembut di lembah gunung dan mengeluh di pegunungan untuk alasan mengapa mendaki gunung adalah kegiatan favorit untuk menghilangkan stres.

Baca juga : IELTS Academic, TOEFL Toeic dan TOEFL Speaking Tips

Hindari Fitur Properti
Mendaki gunung adalah olahraga yang dapat membahayakan hidup Anda. Sayangnya, sebagian besar pendaki sering mengabaikan risiko yang mungkin terjadi ketika mendaki gunung, menyebabkan sering terjadi kecelakaan dan bahkan menyebabkan korban jiwa. Berikut adalah enam alasan mengapa banyak pendaki yang menjadi korban selama pendakian.

1. Rasakan Kuat dan Megah Kuat
Setiap orang memiliki sifat yang berbeda, sebagian besar pendaki akan mengetahui sifat sebenarnya dari teman-teman mereka saat mendaki. Sifat egois dan ceria ini biasanya merupakan faktor utama yang menyebabkan korban, orang yang egois tidak peduli dengan lingkungan meskipun dapat membahayakan dirinya sendiri.

2. Pengelolaan logistik yang buruk
Manajemen logistik sangat penting ketika mendaki. Kita harus mempersiapkan dengan hati-hati, jumlah barang dan makanan yang akan kita bawa. Manajemen logistik yang parah dapat menyebabkan kelaparan yang mengarah ke kematian.

3. Naik dengan banyak Entourage
Ketika mendaki dengan sejumlah besar orang, sering terjadi konflik internal. Keinginan ahli dan intoleransi adalah salah satu alasan mengapa memanjat dalam kelompok besar lebih berbahaya.

4. Asumsikan Hipotermia adalah Perspektif Kejahatan
Secara umum, korban hipotermia akan mengalami halusinasi dan kehilangan kesadaran, sehingga korban akan berbicara. Seperti seseorang, korban kesulitan berkomunikasi dengan baik. Sebelum mendaki, kita perlu melengkapi diri dengan pengetahuan tentang hipotermia dan cara mencegahnya.